Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru memerlukan pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin.
MACAM-MACAM KEDISIPLINAN 1.DISIPLIN DALAM MENGGUNAKAN WAKTU.
2.DISIPLIN DALAM BERIBADAH.
3.DISIPLIN DALAM MASYARAKAT.
4.DISIPLIN DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA DAN BERBANGSA.
artikel Gorontalo, beritabaru.com - Aksi kekerasan yang dilakukan Kepala Sekolah SMU Negeri I Kota Gorontalo Abdul Karim Umar terhadap puluhan anak didiknya, terekam kamera handphone. Rekaman melalui telepon genggam seorang siswa itu, kini beredar luas di kalangan masyarakat.
Dalam rekaman HP itu, sang kepsek memukuli siswanya satu persatu baik wanita maupun pria dengan menggunakan ikat pinggang. Tetapi, meski membenarkan dirinya yang ada dalam rekaman itu, Karim mengaku melakukannya untuk menegakkan disiplin sekolah.
"Para siswa itu terlambat, harusnya masuk pukul 07.00 Wita tapi mereka datang terlambat," ujar Karim saat dikonfirmasi.
Karim menjelaskan, hanya memukuli para siswa di bagian rok dan kaki agar para siswa lebih disiplin. Menurut dia, para siswa tersebut juga tak keberatan dengan aksi yang dilakukannya, sambil memperlihatkan surat pernyataan tidak keberatan dari para siswa.
Namun sejumlah siswa yang ditemui mengaku tak menyukai sosok sang kepala sekolah yang dinilai arogan dan menerapkan aturan terlalu keras. Tri, seorang siswa mengatakan, sebelumnya sekolah mentoleransi keterlambatan siswa sampai pukul 07.15 Wita, tapi saat ini harus pukul 07.00 tepat.
Hal tersebut sempat menimbulkan gejolak karena para siswa berencana menggelar demo namun niat tersebut diurungkan. "Kami takut diskors dan nilai kami dipersulit," ujar salah seorang siswa.
MASALAH
Kurangnya kesadaran siswa.
.Adanya peraturan yang membuat siswa tertekan.
Kepsek tidak dapat menahan emosional dalam dirinya.
Siswa tidak menyukai tindakan kepsek yang terlalu keras.
Salah dalam memberi pengajaran untuk menerapkan disiplin.
Tidak adanya kemauan dari siswa untuk berubah.
Adanya sikap traumatik kepsek.k\UKLAN
Untuk menumbuhkan sikap disiplin, perlu adanya kesadaran individu terhadap pentingnya kedisiplinan tersebut dan adanya lingkungan yang mendukung agar terciptanya sikap disiplin.
Pada hari Kamistanggal 10 Desember 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Kecerdasan Emosional”.
KECERDASAN EMOSIONAL
Pertama-tama akan dibahas apa itu emosi???
Ada 2 (dua ) persepsi tentang emosi, yang pertama menurut pandangan awam yaitu emosi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang negatif, sehingga muncul ungkapan tentang orang-orang yang emosional, jika terlihat ada orang yang suka marah atau situasi perasaan cepat sekali berubah. Sedangkan menurut pandangan atau pola pikir yang konvensional, emosi seringkali dianggap sebagai penghambat dalam kehidupan manusia.
Berdasarkan persepsi-persepsi tersebut maka muncullah pengertian emosi. Emosi menggambarkan perilaku, respon psikologis, mengatur perasaan yang timbul karena adanya keinginan atau stimulus yang tidak terduga. Emosi muncul sebagai tanggapan individu atas suatu kejadian atau aspek dari kejadian dalam lingkungan. Emosi seringkali memotivasi tindakan-tindakan, misalnya seorang anak kecil yang sedang marah akan mendorong dia menendang benda yang ada dikamarnya.
Emosi berhubungan dengan EQ. mengapa EQ ???temuan bahwa kecerdasan intelektual yang diukur dengan IQ menyumbang kira-kira 20 % bagi faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80 % lainnya disumbangkan olek kecerdasan lain seperti kecerdasan emosional. Dengan demikian individu perlu diperkayakecerdasan dengan bentuk emosional.
Selain EQada juga IQ, apa itu IQ ???IQ merupakan kemampuan atau ketrampilan dalam mengendalikan diri, memiliki semangat dan ketekunan yang tinggi, mampu memotivasi dirinya sendiri dalam mengerjakan sesuatu, dan mampu berinteraksi dengan baik dengan orang lain.
Setelah mebahas IQ , kemudian membahas dimensi EQ yaitu antala lain kecakapan pribadi yaitu terkait dengan kemampuan mengelola diri sendiri yang mencakup : kesadaran diri, pengaturan diri dan motivasi diri. Kecakapan sosial yaitu terkait denga kemampuan dalam melakukan hubungan dengan orang lain yang mencakup empati. Kesadaran diri yaitu mengetahui kondisi diri sendiri, kesukaan, sumber daya, dan intuisi. Kesadaran diri mencakup kesadaran emosi yaitu mengenali emosi diri sendiri dan efeknya, kemudian penilaian diri secara teliti yaitu mengetahui kekuatan dan keterbatasan diri dan yang terakhir yang mencakup kesadaran diri adalah percaya diri yaitu keyakinan tentang harga diri dan kemampuan diri.
Dimensi EQ yang selanjutnya adalah pengaturan diri, yaitu mengelola kondisi, kata hati, sumber daya diri. Yang mencakup pengaturan diri adalah Kenali diri dengan mengelola emosi-emosi dan desakan-desakan hati. Kewaspadaan dan adaptabilitas. Dimensi EQ berikutnya adalah motivasi diri yang mencakup dorongan prestasi, komitmen, inisiatif dan optimism.
Penjelasan selanjutnya adalah Empati ( kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain ). Empati mencakup memahami orang lain, orientasi pelayanan, mengembangkan orang lain, serta mengatasi keragaman.
Setelah menjelaskan empati, penjelasan berikutnya adalah mengenai ketrampilan sosial ( kepandaian dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain ). Ketrampilan sosial mencakup pengaruh ( memiliki taktik untuk melakukan persuasi ), komunikasi, membangkitkan inspirasi dan memandu kelompok dan orang lain, memulai dan mengelola perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan kooperasi serta kemampuan tim.
Pada hari Kamis tanggal 10 Desember 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Kreativitas“.
KREATIVITAS
Penjelasan pertama mengenai konsep dasar kreativitas. Ada beberapa yang menjadi konsep dasarkreativitas, yaitu kemampuan untuk menciptakan atau berkreasi ( Olson ), proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, baik gagasan maupun objek dalam suatu bentuk atau susunan baru ( Hurlock ), konsep dasar yang terakhir adalah ketrampilan untuk menemukan sesuatu yang baru, memandang subjek dari prespektif yang baru, dan membentuk kombinasi yang baru dari dua atau lebih konsep ( Evan ).
Adapun pola dasar berpikir kreatif adalah : IDEA yang berarti Imajinasi, Data, Evaluasi dan Aksi. Hal tersebut dapat membuat kita menjadi orang yang kreatif, ciri-ciri individu kreatif adalah bebas dalam berpikir, penuh daya imajinasi, bersifat selalu ingin tahu, suka pengalaman baru, penuh inisiatif, bebas dalam berpendapat, punya minat yang luas, percaya diri, tidah mudah menerima, berani mengambil resiko, senang tugas mejemuk, ulet dan tidak pembosan.
Pembahasan selanjutnya, mengenai apa dan bagaimana kreativitas? Kreativitas adalah Expermenting, Making mistakes, Inventing,
Tidak semua individu bisa menjadi orang yang kreatif. Berikut ini adalah penyebab rendahnya kreativitas yaitu terlalu menekankan pada cara berpikir konvergen ( menganggap hanya ada satu jawaban yang tepat ), kurangnya wawasan sehingga menyebabkan cara berpikir kurang lentur.selai rendahnya kreativitas, ada juga faktor yang melemahkan kreativitas yaitu : takut mengubah kebiasaan, takut berbuat salah dan ditertawakan, tidak memiliki rasa humor.
Kreativitas dipengaruhi oleh lingkungan, keyakinan dan intelektual. Jika seseorang merasa dirinya tidak kreatif, maka dapat menyebabkan orang tersebut benar-benar tidak kreatif.
Untuk menunjang kreativitas, maka perlu kenali kecerdasan anda terlebih dahulu ( multiple intelligences ) yaitu: fisik,. Linguistic ( bahasa), matematis / logis, visual / spasial, musikal, naturalis, dan intrapersonal.
Jika telah mengetahui kecerdasan kita, usaha selanjutnya adalah bagaimana untuk meningkatkan kreativitas yaitu antara lain jadilah penjelajah pikiran, terbuka dengan gagasan terus-menerus, kembangkan pertanyaan, kembangkan gagasan sebanyak-banyaknya “ the best way to get good ideas is to get a lot of ideas”, cara yang selanjutnya yaitu kembangkan cara baru untuk melakukan sesuatu keluar dari zona kenyamanan, serta gunakan imajinasi seperti bayangkan bagaimana orang sukses melakukan sesuatu dan bayangkan kita bicara dengan orang sukses, dan yang terakhir yaitu isilah sumber inspirasi ( relaksasi ).
Berikut ini ada beberapa cara untuk menjadi kreatif, yaitu yakinlah anda bisa kreatif, ekspresikan kreativitas dalam pekerjaan dan kehidupan, munculkan jiwa kekanak-kanakan, hilangkan pikiran logis, lakukan sesuatu yang tidak biasa, “ charge “ pikiran anda, baca buku ( lihat keluar ), memiliki kegiatan rutin jika pikiran sedang buntu, tuliskan segera ide yang muncul dan yang terakhir percaya bahwa kita bisa melakukannya.
Dengan kata lain jadilah kakapbesar, maksudnya adalah Kreatif, Analisis, Kritis, Ambil keputusan, Pecahkan masalah : BElajar terus, Sikap positif, Aktif disiplin dan Rasional.
Pada hari Jum’at tanggal 04 Desember 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Pembinaan Disiplin Siswa “.
PEMBINAAN DISIPLINSISWA
Yang dimaksud dengan disiplin siswa yaitu kepatuhan dan ketaatan terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku disekolah. Sedangakn pendisiplinan sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku disekolah.
Disiplin merupakan patuh terhadap peraturan sekolah, yang dimaksud dengan aturan sekolah adalah aturan terhadap standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial dan etika belajar /kerja( belajar harus dilakukan dengan jujur).
Peraturan – peraturan sekolah tersebut, terdiri dari : peraturan otoritarian yaitu peraturan yang dibuat sangat ketat dan rinci, peratuaran tersebut harus dipatuhi dan ditaati, jika tidak patuh dan tidak taat maka akan menerima sanksi atau hukumanyang cukupberat. Peraturan yang berikutnya adalahperaturan permisif yaitu peraturan yang membiarkan orang bertindak menurut keinginannya, jika melanggar peraturan atau norma, maka tidak diberi sanksi atau hukuman dan memunculkan rasa takut serta cemas.
Selain peraturan otoritarian dan peraturan permisif, ada juga yang dinamakan peraturan demokratis yaitu peraturan yang didalamnya terdapat penjelasan, diskusi dan penalaran untuk membantu anak memahami mengapa diharapkan mematuhi dan mentaati peraturan. Jika menolak atau melanggar tata tertib tersebut maka akan diberikan sanksi atau hukuman sebagaiupaya menyadarkan, mengoreksi, dan mendidik.
Dengan adanya peraturan demokratis diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab pada diri siswa. Peraturan demokratis menggunakan teknik yang menekankan aspek edukatif.
Dalam penerapannya, tujuan disiplin sekolah bertujuan untuk : memberikan dukungan begi terciptanya prilaku yang tidak menyimpang, mendorong siswa untuk melakukan yang baik dan benar, membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntunan lingkungan dan menjauhi hal-hal yang dilarang oleh sekolah.
Dengan adanya disiplin sekolah, siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang bik dan bermanfaat. Disiplin terdiri dari disiplin preventifyaitu upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku dan disiplin korektif.
Dalam penerapan disiplin, tidak selalu berjalan mulus, akan tetapi ada saja yang indisiplin, berikut ini faktor-faktor penyebab indisiplin, antara lain : guru, kondisi sekolah yang kurang menyenangkan atau kurang teratur, kurikulum yang terlalu kaku ( kurang fleksibel /terlalu dipaksakan) dan dari siswa itu sendiri mungkin kebiasaan karena tidak diperhatikan.
Banyaknya siswa yang indisiplin, maka guru harus mengupayakan untuk menumbuhkan disiplin pada diri siswa dengan cara, anatara lain : membantu siswa mengembangkan pola prilaku untuk dirinya, membantu siswa meningkatkan standar prilakunya dengan menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat, baik aturan– aturan khusus maupun umum.
Disiplin itu sangat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran untuk menumbuhkan rasa hormat terhadap otoritas atau kewenangan dan terhadap orang lain , upaya untuk menanamkan kerjasama. kebutuhan untuk berorganisasi, keinginan untuk melkukan hal yang menyenangkan serta memperkenalkan contoh prilaku disiplin.
Untuk mempermudah dalam penerapan disiplin, maka diperlukan strategi umum dalam merancang disiplin ( Reisman dan Payne) yang terdiri dari: menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berprilaku disiplin, adanya ketrampilan dalam berkomunikasi,adanya konsekuensi – konsekuensi logis dan alami serta klarifikasi nilai, selain itu ada juga analisis transaksional, terapi realitas, disiplin yang terintegrasi, modifikasi perilaku dan tantangan bagi disiplin.
Pada hari Kamis tanggal 03 Desember 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Quantum Learning “.
Quantum learning
Pembahasan pertama, menjelaskan tentang kerangka pemikiran quantum learning yang terdiri dari : sikap positif, motivasi, cara belajar, lingkungan belajar, baca cepat, catatan efektif, teknik menulis, berpikir kreatif, dan teknik hapalan.
Bersikap positif yaitu kekuatan pikiran yang tidak terbatas, dengan menggunakan otak Einstein yang mempunyai dalil tentang otak untuk digunakan atau diabaikan.
Dalam menjalani kehidupan, manusia mempunyai rekor prestasi yaitu belajar sebagai kegiatan yang menyengangkan yang terdiri dari : pada usia 1 tahun kita belajar berjalan, pada usia 2 tahun kita mulai belajar berkomunikasi, setelah belajar berkomunikasi, pada usia 5 tahun kita sudah mengetahui 90 %kata dan pada usia 6 tahun kita belajar membaca kemudian pada usia 7 tahu keatas, belajar diniali menakutkan ???.Dalam sehari, seorang anak mendapatkan 460 komentar positif dan 75 komentar negatif.
Dalam diri manusia, terdiri berbagai macam kecerdasan yang meliputi : sastra ( linguistic ), logika ( matematika ), visual, kinestetik / gerak/ sensormotorik, musikal, interpersonal dan intrapersonal serta natural. Kecerdasan tersebut terdapat pada otak kita yang terdiri dari : batang otak ( inti hitam ), limbik ( lapisan merah) dan korteks (lapisan biru ).
Otak kita mengalami pertumbuhan karena adanya stimulus. Stimulus berupa kontak dengan lingkungan merupakan fungsi sensormotorik, sedangkan stimulus berupa bermain, meniru, dongeng, hal tersebut merupakan fungsi emosional-kognitif serta stimulus berupa pembelajaran merupakan fungsi kecerdasan lebih tinggi.
Selain mengalami pertumbuhan, otak kita terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan meliputi ; acak, tidak teratur, imajinasi berkembang, dan holistik (menyeluruh ). Dapat disimpulkan bahwa otak kanan bersifat divergen (menyebar) dan lateral ( meluas), sedangkan otak kiri meliputi : logis / logika, berurutan, linear, dan rasional ( punya alasan-alasan). Dapat disimpulkan bahwa otak kiri bersifat konvergen dan vertical.
Setelah menjelaskan tentang pertumbuhan otak, Pak Amril kemudianmenjelaskan tentang belajar aktif vs belajar pasif. Belajar aktif tersebut adalah belajar apa saja dari setiap situasi dengan memanfaatkan apa yang kita pelajari untuk keuntungan kita serta proaktif dan bersandar / berinteraksi pada kehidupan.
Sedangkan belajar pasif yaitu tidak melihat kesempatan belajar dengan mengabaikan peluang berkembang dari belajar dan reaktif yaitu jika ada masalah, baru memberi tanggapan serta menarik diri dari kehidupan.
Dengan kita belajar, maka pengetahuan yang dimiliki lebih luas sehingga mempunyai banyak pilihan untuk menguatkan pribadi / kepercayaan diri. Setelah kita belajar atau mengerjakan tugas,seringkali kita merayakan selesainya tugas tersebut, karena dengan perayaan tersebut, maka akan memberikan perasaan keberhasilan, kesempurnaan, kepercayaan diri dan memotivasi untuk langkah selanjutnya.
Dalam proses belajar, terlebih dahulu kita menata lingkungan belajar, seperti : perabotan, pencahayaan, alat bantu visual, penempatan / lay out, temperatur / suhu, tanaman, kenyamanan dan suasana hati serta musik ( sarana relaksasi). Musik tersebut penting, karena dengan adanya music denyut nadi dan tekanan darah turun, gelombang otak lambat dan otot – otot rileks sedangkan jika tanpa musik, denyut nadi dan tekanan darah naik, gelombang otak makin cepat dan otot-otot terasa tegang.
Selain menata lingkungan belajar, kita juga harus menemukan gaya belajra. Cara belajar kita adalah gabungan dari cara menyerap informasi, cara mengatur informasi dan cara mengolah informasi. Dalam belajar perlu adanya modalitas belajar yaitu dengan cara visual / melihat, dengan cara auditorial / mendengarkan dan dengan cara kinestetik / gerakan.
Dalam belajar, perlu membuat peta pikiran, seperti:
SUB TOPIK ------------TOPIK--------------SUBTOPIK
Peta pikiran tersebut bertujuan agar lebih fleksibel, memusatkan perhatian dan meningkatkan pemahaman serta menyenangkan. Dalam membuat peta pikiran, kita harus mengetahui teknis menulis yang melibatkan otak kiri dan otak kanan. Oatk kiri / logika meliputi rencana, outline, tata bahasa, penyutingan, penulisan ulang, pengoreksian dan tanda baca. Sedangkan otak kanan / emosi, meliputi warna, imajinasi, semangat, spontanitas, emosi, gairah, kegembiraan dan ada unsur baru.
Jika kita telah mengetahui teknis menulis, maka langkah berikutnya adalahproses menulis, dalam proses menulisdiperlukan persiapan seperti pengelompokkan, menulis cepat, kemudian membuat draf ( pengembangan, gagasan ) langkah berikutnya adalah berbagi maksudnya meminta komentar teman, lalu melakukan perbaikan dengan memperbaiki tulisan dan penyutingan yaitu memperbaiki tata bahasa serta penulisan ulang dengan menambah ide baru. Setelah langkah-langkah tersebut dijalankan, maka langkah terakhir yaitu mengevaluasi, apakah tulisan tersebut sudah lengkap atau belum.
Pada hari Kamis tanggal 19 November 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Strategi Belajar “.
STRATEGI BELAJAR
Sebelum membahas strategi belajar, Pak Amril terlebih dahulu menjelaskan buat apa kita belajar? Belajar menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat karena seluruh kehidupan manusia adalah proses belajar. Setiap agama mewajibkan umatnya untuk belajar.
Setelah menjelaskan buat apa kita belajar, kemudian kami dijelaskan tentang pembelajaran,. Pembelajaran itu sendiri merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga mempunyai pengertian sebagai kegiatan professional untuk memberikan kemungkinan dan / atau kemudahan orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah dan terkendali. Pembelajaran merupakan intervensi dengen tujuan terjadinya belajar.
Dalam suatu pembelajaran perlu adanya pendekatan-pendekatan pembelajaran, antara lain : pendekatan yang pertama yaitu perubahan paradigma seperti pengajaran pembelajaran ( teacher centeredà students centered), pendekatan yang kedua yaitu perubahan landasan seperti behavioristik ( apa yang dikasih, diterima saja) à konstruktivistik,adapun landasan konseptual daribehavioristik adalah penambahan pengetahuan dan pengetahuan bersifat objektif & pasti serta pengetahuan terstruktur dengan rapi dan seragam, sedangkan landasan konseptual dari konstruktivistik adalah pemaknaan atas pengetahuan ( how to learn) dan pengetahuan non objektif, senantiasa berubah serta pengetahuan terstruktur secara rumit dan beragam. Kemudian pendekatan yang ketiga yaitu pendekatan ilmiah seperti teori-teori pembelajaran.
Dengan adanya pendekatan-pendekatan tersebut, maka dimulailah proses pembelajaran yang disusun secara sistematis dan sistematik dengan interaksi yang optimal antara dosen, mahasiswa dan sumber belajar serta menciptakan suasana yang menyenangkan, menantang, mendorong semangat dan kegiatan, memungkinkan berkembangnya prakarsa, memberikan keteladanan, membangun kemandirian.
Pembelajaran dapat berupa pembelajaran tematik dan pembelajaran kreatif. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema tertentu. Tema tersebut ditinjau dari beberapa mata pelajaran,dan menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum serta menawarkan dinamika dalam pembelajaran. Pembelajaran tersebut dapat menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum dengan menyediakan pembelajaran yang integrative dan membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide yang muncul yang menghasilkan pemahaman.
Selain pembelajara tematik, ada juga pembelajaran kreatif yaitu mengorganisasikan isi ajaran dan kegiatan belajar sehingga terjadi belajar aktif yang meliputi : belajar menemukan ( discovery learning ), belajar berbasis masalah ( problem-based learning ), belajar kontekstual ( contextual learning ), belajar mandiri ( independent learning ), belajar kooperatif ( cooperative learning ), belajar pemetaan konsep ( concept mapping learning).
Pada hari Kamis tanggal 12 November 2009, dalam mata kuliah Manajemen Peserta Didik, Bapak Amril membahas tentang “ Manajemen Kelas “.
MANAJEMENKELAS
Manajemen kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Manajemen kelas berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar ( penghentian peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif ), didalamnya mencakup pengaturan orang ( peserta didik ) dan fasilitas.
Dalam pelaksanaannya, manajemen kelas biasanya mempunyai masalah-masalah yang sering terjadi, antara lain : Masalah induvidu, seperti : attention getting behaviors yaitu perilaku mencari perhatian, power seeking behaviors yaitu perilaku menunjukkan kekuatan, revenge seeking behaviors yaitu perilaku menunjukkan balas dendam serta help lessness yaitu peragaan ketidakmampuan.
Selain masalah individual, ada juga masalah kelompok, seperti : kelas kurang kohesif, karena alasan jenis kelamin, suku, tingkat sosial, ekonomi dan sebagainya. Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya. Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang angotanya. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap. Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair. Dan kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
Didalam manajemen kelas, kita dapat menggunakan pendekatan-pendekatan terhadap proses belajar mengajar antara lain : Pendekatan otoriter yaitu siswa perlu diawasi dan diatur. Pendekatan intimidasi yaitu mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi.Pendekatan permisif yaitu memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa. Pendekatan resep masakan yaitu mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa yang tidak.Pendekatan pengajaran yaitu guru menyusun rencana pengajaran dengan tepat untuk menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan.Pendekatan modifikasi perilaku yaitu mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa.Pendekatan iklim sosio yaitu emosional => menjalin hubungan yang positif antara guru dan siswa.Pendekatan sistem proses kelompok / dinamika kelompok yaitu meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.
Untuk mempermudah mengawasi peserta didik, diperlukan adanya setting kelas, seperti : U-shape, O-shape, V-shape, Theather dan
Proses kegiatan belajar mengajar juga dapat dilakukan dengan menggunakan moving class, yaitu sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi pendamping dikelas. Sistem belajar tersebut mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya, pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meninggalkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran. Guru mata pelajaran tetap berada di ruang mata pelajarannya, jadi siswa berada dalam suasana baru setiap akan belajar suatu mata pelajaran.
Sistem belajar seperti moving class mempunyai tujuan sebagai berikut : Memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka macam gaya belajar baik visual, audiotori, dan khususnya kinestetik untuk mengembangkan dirinya.Menyediakan sumber belajar, alat peraga dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran.Melatih kemandirian, kerjasama dak kepedulian sosial siswa.Merangsang seluruh aspek perkembangan dan kecerdasan siswa. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Meningkatkan disiplin siswa dan pendamping. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Dan meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, menyatakan pendapat.
Saya Dina Aslamiyah, sekarang saya seorang mahasiswi UNJ fakultas Ilmu Pendidikan jurusan Manajemen Pendidikan.
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi hidup saya. Saya mempunyai harapan semoga saya menjadi orang yang bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain serta jangan pernah putus asa karena pasti ada jalan jika kita mau apa yang kita inginkan.