Sabtu, 17 Oktober 2009

Psikologi Perkembangan

Pada pertemuan ke-3, hari Kamis tanggal 8 Oktober 2009, Bapak Amril membahas tentang Psikologe Perkembangan yang sangat berhubungan untuk menganalisis peserta didik dengan tujuan untuk mempermudah jalannya kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga dapat berjalan secara efektif dan efesien.

Psikologi Perkembangan

Psikologi secara harfiah berasal dari dua kata Yunani yaitu “ Psyche” dan “ Logos”, sedangkan logos yaitu nalar, logika atau ilmu sedangkan Psyche yaitu soul, mind, spirit, atau jiwa. Psikologi awalnya dimaknai sebagai ilmu jiwa, akan tetapi sebagai ilmu pengetahuan dituntut, bahwa hal-hal yang dipelajari harus dapat dibuktikan nyata, dapat dihitung, dan diukur secara objektif.

Jadi dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari pengembangan manusia sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia.

Pertumbuhan yaitu : perubahan yang bersifat kuantitatif mengenai aspek fisik / biologis. Pertumbuhan terjadi pada masa sebelum lahir dan sesudah lahir, pertumbuhan tersebut berhubungan dengan ukuran tubuh ( tinggi dan berat badan), proporsi tubuh, pertumbuhan tulang, pertumbuhan otak dan lemak, sistem susunan syaraf pusat, cirri-ciri seks serta pertumbuhan gigi.

Perkembangan yaitu : perubahan yang bersifat kualitatif mengenai aspek fisik / rohani. Perkembangan dapat diperkirakan, karena pola perkembangan mengikuti pola yang pasti. Setiap orang akan mengalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Tahap perkembangan tersebut memiliki cirri dan sifat yang khas.

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, manusia memiliki berbagai kebutuhan primer maupun sekunder. Kebutuhan itu sendiri mempunyai arti yaitu sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera. Tidak hanya kebutuhan saja tetapi manusia juga mempunyai keinginan. Keinginan tersebut mempunyai arti yaitu sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Dalam psikologi perkembangan, terdapat beberapa aliran-aliran psikologi perkembangan, antara lain : Asosiasi yang menurut john locke : manusia dilairkan seperti kertas putih yang kemudian di isi dengan pengalamn- pengalaman. Pengalaman tersebut terbagi menjadi 2 yaitu : Pengalaman luar yang berarti pengalaman yang di peroleh dengan panca indera yang menimbulkan “ sensation “ dan pengalaman dalam yang berarti pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin sendiri yang menimbulkan “ reflexion”

Selain aliran asosiasi, terdapat pula aliran gestalt yang menurut aliran gestalt yaitu setiap bagian itu sangat penting. Jika bagian – bagian itu sudah klop maka bisa dikatakan menjadi sebuah kesatuan. Aliran gestalt juga mengatakan bahwa perkembangan adalah proses deferensiasi. Dalam proses deferensiasi ini yang merupakan primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder.

Ketika Behaviorisme berkembang pesat di Amerika Serikat, maka di negara Jerman muncul aliran yang dinamakan Psikologi Gestalt (arti kata Gestalt, dalam bahasa Jerman, ialah bentuk, pola, atau struktur). Para psikolog Gestalt yakin bahwa pengalaman seseorang mempunyai kualitas kesatuan dan struktur. Aliran Gestalt ini muncul juga karena ketidakpuasan terhadap aliran strukturalis, khususnya karena strukturalis mengabaikan arti pengalaman seseorang yang kompleks, bahkan dijadikan elemen yang disederhanakan. Aliran psikologi Gestalt mempunyai banyak tokoh terkemuka, antara lain Wolfgang Kohler, Kurt Koffka, dan Max Wertheimer.

Aliran selanjutnya adalah aliran sosiologis yang menurut aliran sosiologis perkembangan adalah proses sosialisasi. Anak manusia mula-mula a-sosial ( pra-sosial).

Psikologi perkembangan juga menerangkan perkembangan intelektual ( remaja ) yang mempunyai cirri-ciri seabagi berikut : Deduktif hipotesis yang meliputi mengawali pikiran bersifat teoritis, menganalisis masalah, mengajukan cara penyelesaian masalah serta mengajukan pendapat. Berpikir Operasional juga berpikir Kombinatoris ( siifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara bagaimana melakukan analisis.)

Implikasi terhadap pendidikan antara lain : siswa aktif dalam proses KBM, adanya diskusi dalam pembelajaran dan partisipasi siswa dalam pembelajaran serta kebebasan menyatakan pendapat maupun berekspresi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar